Rabu, 18 Mei 2011

BEST FRIEND IN ACTION

Hari ini adalah hari istimewa untuk Mori, karena hari ini adalah hari pertamanya menginjakan kaki di sekolah baru nya yang merupakan salah satu sekolah Internasinal yang cukup terkenal di Jakarta. Mori yang brnama lengkap Cheun Aomori Josande ini adalah anak Indonesia campuran Korea, yang lahir di Jepang tepatnya di Prefektur Aomori, sebelum bersekolah Mori tinggal berpindah-pindah di berbagai tempat, 1tahun di Jepang, 3tahun di Korea, 5tahun di Semarang dan 4tahun di Tarakan, Kalimantan Timur dan kini ia pindah ke Jakarta karena ayahnya mendapat kontrak kerja menangani pembangunan sebuah apartment mewah di Jakarta.

Ketika Mori sedang membaca komik ditempat duduk nya yang berada di baris ke 3 bangku nomor 2 dari belakang, ada seseorang yang mendatanginya, dia meminta iizin untuk dapat duduk disampingnya, tak lain orang itu adalah Bima. Akhirnya mereka pun berkenalan dan menjadi lebih akrab setelah saling mengenal, Bima adalah anak dari salah satu pengusaha kaya di Jakarta, namun dia tak sedikit pun sombong dan bangga dengan kekayaan yang berlimpah milik orang tua nya, karena dia berfikir, bahwa itu adalah hasil pencapaian orang tuanya dan bukan dirinya, jadi tak ada yang patut dibanggakan dari dirinya.
Seperti hari-hari pertama biasanya, selalu diwali oleh OSPEK yang dilakukan oleh kakak-kakak kelas mereka. Hari ini adalah jadwal Memey,Damu dan Lia untuk menjalankan OSPEK di kelas mereka, kelas X2. Lia memberi clue agar salah seorang dari adik kelas nya itu untuk memerankan sebuah drama Romeo&Juliet. Kelas itu menjadi hening, tak ada seorang pun yang berani bergeming, akhirnya Mori menantang Bima untuk maju ke depan kelas, dan dengan senang hati Bima menerima tantangan itu. Mereka menampilkan drama tersebut degan baik layaknya pemain theather professional, dan tepuk tangan pun megakhiri pementasan mereka.
Mila dan Dony yang duduk dibelakang mereka pun terkagum-kagum dan memuji nya setelah mereka duduk dibangku mereka kembali, dilanjutkan dengan cerita-cerita tentang diri mereka masing-masing. Setelah jam pulang sekolah selesai mereka berempat menyiapkan diri pergi menghadap kesiswaan untuk mendaftar extrakulikuler yang ingin mereka ikuti. Mori memilih extrakulikuler Basket, Taekwondo, KIR, theater dan Sepak bola. Bima memilih Basket, Sepak bola,dan KIR. Mila memilih cheerleaders dan KIR. Dony memilih Basket. Keesokan hari nya meereka mengikuti seleksi tiap-tiap extrakulikuler yang mereka inginkan. Mori mendapat hambatan saat akan mengikuti seleksi Basket dan Sepak bola, guru mereka menganggap perempuan seperti Mori tidak layak untuk mengikuti extrakulikuler tersebut.
Hari-hari mereka di sekolah mereka jalani biasa-biasa saja layak nya menjadi siswa SMA pada umumnya, bersahabat namun bersaing menjadi yang terbaik. Mereka berempat menjadi sahabat yang kompak di sekolah dan memacu prestasi bersama-sama. Dan saat kenaikan kelas Mila mendapat peringkat petama dikelas, Mori periongkat kedua dan Bima peringkat ketiga sedangkan Dony tidak mendapatkan peringkat sepuluh besar.
Setelah mereka masuk kembali, ternyata mereka ditempatkan dikelas yang sama lagi. Dan mereka masuk di kelas XI3ipa. Dan tiba saat nya lomba Basket antar sekolah, Mori, Bima, dan Dony berhasil masuk ke tim inti untuk mnenjadi duta sekolah mereka mengikuti lomba tersebut. Setiap pertandingan mereka menagkan dan beberapa kali Mori berhasil memasukkan bola ke dalam ring. Sekali lagi dia membuktikan bahwa dia layak masuk ke tim basket, dan trhopy kemenangan pun dapat mereka bawa pulang untunk disandingkan dengan piala-piala yang sekolah dapatkan sebelumnya. Dan sekali lagi Mori ikut meyumbangkagkan piala untuk sekolahnya, setelah sebelumnya menjuarai Theater, Lomba KIR tingkat Nasional, lomba membaca puisi tingkat Provinsi, dan lomba Olimpiade Cerdas Tangkas bersama Mila.
Mori dan Bima menjadi anak yang aktif dan berprestasi di sekolah, meskipun mereka tak sepandai Mila. Namun Mila memiliki sifat yang tertutup dan jarang bergaul, jadi dia tidak terlalu aktif pada kegiatan organisasi. Seminggu lagi, akan diadakan kegiatan pergantian pengurus OSIS, Mori dan Bima menjadi kandidat untuk dipilih sebagai ketua OSIS yang baru, mereka terkejut akan hal itu. Namun mereka bahagia karena dapat terpilih. Ketika pemungutan suara diadakan diam-diam Mila memilih Bima.
Namun predikat sebagai ketua OSIS diberikan pada Mori karena suara dukungan untuk Mori lebih banyak. Tak ada sedikitpun rasa kecewa dari Bima untuk Mori, dia bangga pada sahabat nya itu. Meskipun Mori lah yang menjadi ketua OSIS.
Mori menjalankan tanggung jawab nya sebagai ketua OSIS dibantu dengan Bima sebagai wakil ketua dengan baik. Mereka membuat sebuah forum sekolah yang murni dari siswa dan untuk siswa, yaitu forum Peduli Masalah mu, yang menangani masalah-masalah yang mereka alami saat ini, dari mulai masalah tentang pertemanan, cinta dan narkoba. Forum itu mendapat sambutan baik dari semua siswa, Kepala Sekolah dan juga Guru. Dan program yang mereka buat itu sukses menangani semua pihak-pihak terkait yang meminta bantuan atas permasalahan mereka, meskipun sering ada masalah-masalah dari siswa yang sepele.
Bulan-bulan berlalu, kini mereka menempuh ujian kenaikan kelas, nampaknya Mori, Bima, dan Mila dengan santai mengerjakan soal mereka, namun kelihatannya Dony sedikit cemas dan tidak tenang menghadapi ujianmya.
Ujian kenaikan selesai dan kini mereka akan mendapatkan hasil belajar mereka selama ini. Dan sepeti tahun lalu Mila mendapat peringkat petama, Bima kedua, dan Mori ketiga, Mori turun peringkat karena dia terlalu sibuk dengan kegiatannya di dalam OSIS, namun dia tetap mendapatkan peringkat tiga besar, dan sama seperti sebelumnya Dony terseok-seok dengan peringkatnya.
Liburan sekolah berlalu, dan mereka masuk di kelas yang baru, kelas terakhir yang akan mereka tempuh. Karena kini sudah berada di kelas terakhir yang akan menjalankan Ujian Nasional, Mori dan Bima sudah di nonaktifkan lagi dari OSIS, mereka lebih difokuskan untuk menghadapi ujian. Baru beberapa bulan pertama berlalu, Dony mendapat kasus, dia terjerat Narkoba, ternyata selama ini Dony adalah pecandu Narkoba dan hal ini baru diketahui oleh pihak seklolah dan teman-temannya setelah dia sakaw. Mori, Bima, dam Mila tidak mempercayai nya. Namun itulah kenyataannya, bahwa teman mreka, Donny menjadi pecandu dan kini harus dikeluarkan dari sekolah istimewa tersebut. Setelah diselidiki lebih lanjut, Dony sebenarnya kecewa karena orang tuanya memaksa agar Dony, bersekolah di sekolah nya itu, meskipun sebenarnya mereka tahu bahwa Dony tidak menginginkannya. Dan kini Dony harus menjalani rehabilitasi, masa depannya pun terancam hancur karena telah dikeluarkan dari sekolah dan menjadi pecandu narkoba, sesal pun menyelimuti hati orang tua Dony.
Bulan berikutnya berlalu, dam mereka jalani tanpa adanya Dony dalam kelas mereka, Dony adalah sosok yang kuat, selama ini teman-temannya tak mengetahui apa pun tentang Dony, yang mereka tahu hanyalah Dony itu anak yang jail, sedikit bandel, namun berprestasi di Basket. Dan kini, Mila pun berubah, ia menjadi lebih terputup, jarang bergaul dan sombong, seolah-olah hanya dia siswa yang pandai di sekolahnya. Ketika ada jam tambahan kelas dia selalu absent, dan jika ada teman-temanmnnya yang meminta mengajari selalu mengelak, tidak seperti dulu.
Ujian Nasional pun tiba, mereka melaksanakan dengan baik, ada sedikit kekhawatiran, namun tetap mereka fokus, Dan saat yang mereka nantikan…
Pengumuman Kelulusan !
Mori dan Bima mendapat jumlah nilai yang sama dengan nila mata pelajaran yang berbeda, dan itu merupakan nilai tertinggi pararel di kota mereka. Dan Milla, mendapat sebuah kejutam yang mengerikan! Dia tidak lulus dalam ujiannya.
Meskipun selama ini Mila sudah berbuat sombong, namun Bima dan Mori tetap menghibur dan memberi semangat pada Mila. Mila begitu terpukul, dia tak sanggup menjalami hari-hari nya, dia merasa sudah hancur dan tak layak hidup lagi. Beberapa hari kemudian, petugas kebersihan menemukan seorang mayat perempuan yang gantung diri di kamar mandi sekolah, tak lain mayat itu adalah Mila yang tak sanggup menghadaoi kenyataan bahwa dia tidak lulus dalam ujiannya. Mori dan Bima tidak percaya, sekali lagi mereka kehilangan salah satu sahabat nya, dan kejian ini begitu kompleks.
Di pemakaman Mila, Mori dan Bima menghadiri pemakaman untuk sahabat nya itu. Mengantarkan mereka ke dalam peristirahatannya yang terakhir. Turut hadir pula Dony dalam acarara pemakaman Mila, mereka pun berpelukan melepas rindu setelah berbulan-bulan tidak bertemu. Dony kini menjadi orang yang berbeda, wajah nya lebih sumringah dibandingkan yang dulu dan dia pun telah menyelesaikan rehabilitasi, kini dia pun menyalurkan keinginannya di dunia otomotif, dia membuka sebuah bengkel, tidak sulit untuk nya karena selama ini dia telah belajar otomotif dam memodifikasi kendaraan dari internet dan pamannya, edan baru beberapa bulan menjalani usaha nya, dia telah mendapat beberapa pelanggan dengan hasil modifikasi yang memuaskan. Dony betekad untuk mengulang sekolah nya dengan menjalani home schooling. Karema tidak ada sekolah resmi manapun yang mau menerima nya dengan latar belakang sebagai pecandu narkoba.
Akhirnya Mori dan Bima harus berpisah karena cita-cita mereka berbeda, Bima mendapatkan beasiwa dari salah satu Fakultas ternama di Indonesia, dan nemgambil mata kuliah pada jurusan Buisness Management, dia ingin menjadi pengusaha seperti orang tua nya.
Dan Mori…. Dia melanjutkan kuliah nya di Korea, tempat kelahiran ayahnya. Meskipun ayah dan Ibu nya tinggal di Indonesia yaitu di Semarang. Temapat kelahiran ibu nya. Mori mengambil mata kuliah kedokteran. Dan tetap aktif mengisi kegiatan Organisasi Kemanusiaan di Fakultasnya di Korea Selatan, tepatnya di Seoul sekarang.

          ~Happy Ending~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar